Rabu, 14 Januari 2015

Taare Zameen Par, Every Child is Special


Lagi - lagi Aamir Khan memproduksi film yang membuat saya rela begadang untuk menontonnya setelah 3 Idiots. 
Pertemuan saya dengan film ini diawali dengan sekedar blog walking dan menemukan artikel dengan judul 6 Film Yang Memberi Inspirasi, dari keenam film yang disebutkan dalam artikel tersebut penulisnya mencantumkan sebuah film yang sama sekali asing untuk saya "Taare Zamen Par", menempati nomor kedua setelah 3 Idiots.
Ya, sama seperti ketika disodorkan film 3 Idiots, saya bersikap skeptis, karena seperti common sense orang Indonesia, film India identik dengan joget, nyanyi, wanita - wanita yang memakai baju seksi, atau jalan cerita yang sudah tertebak dari awal sampai akhir, hampir mirip seperti sinetron - sinetron yang tayang di Indonesia dan dibuat oleh keturunan orang India disini :D. Singkatnya roman picisan.
Tapi saya salah, setelah kagum dengan film 3 Idiots, ketika saya coba menyetel film ini dan pada detik - detik awal tahu film ini dibuat oleh Aamir Khan, saya langsung bersemangat untuk menontonnya. Bukan karena kepingin  melihat wanita seksi joget :D, pengalaman dengan 3 Idiots menghilangkan keraguan saya dan membuat rasa ingin tahu saya membuncah. There must be something special in this film.

Dan ya, Aamir Khan lagi - lagi membuat saya begadang.

Film ini singkatnya menceritakan tentang seorang anak yang mengalami disleksia, yaitu kelainan yang menyebabkan kesulitan membedakan huruf sehingga lemah dalam kemampuan membaca dan menulis bahkan berhitung sederhana. 
Inti masalah yang kelihatan sederhana, tapi sekali lagi film India yang satu ini menggambarkan keseluruhan materi cerita dengan pesan yang kuat, narasi yang cukup tajam dan to the point,  filmography  apik yang mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. 

"Setiap anak memiliki keterampilan yang unik, kemampuan dan impian. Setiap anak, cepat atau lambat mereka semua akan belajar, namun dengan kecepatannya masing-masing. Every child is special."

Lebih dari itu, dalam pandangan saya pesan tersurat dari film ini sama besar dengan pesan tersiratnya.

Salah satu poin yang saya tangkap adalah, kekeliruan orang tua di zaman ini yang menganggap semua dinilai dengan angka, logis, dan menggambarkan "perhatian" yang mereka anggap sudah diberikan kepada anak - anak mereka ternyata salah, justru anak mereka tidak mendapatkan "perhatian" yang semestinya.
Doa orang tua adalah doa yang mustajab, seperti doa seorang Nabi kepada umatnya, itu yang saya yakini sebagai seorang muslim. Bagi saya, doa adalah salah satu bentuk perhatian, yang kadang dilupakan atau kurang porsinya.

Selain itu, saya ingat ketika seorang Iwan Fals yang biasanya membuat lagu - lagu dengan lirik pemberontakan, nada - nada keras dan menohok, tiba - tiba mengeluarkan album In Collaboration with  pada tahun 2003. Ketika seorang wartawan bertanya mengapa sosok Iwan yang pembangkang tiba - tiba beralih ke lagu cinta yang cenderung mendayu - dayu, ia hanya menjawab :

Saya masih berjuang dengan lagu - lagu saya, hanya saja saya sudah tua, kalau terus keras seperti itu tidak baik juga, lagipula inti lagu saya sama, tapi disampaikan dengan cinta, cinta itu bahasa yang universal dan humanis. Setiap orang pasti menerima. Singkat kata, saya memperhalus bahasa yang saya pakai.
Dan bagi saya film Taare Zameen Par ini, adalah salah satu film yang memberikan contoh, sesuatu yang diberikan tulus dan dengan cinta, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Pastinya saya tidak akan menceritakan dengan detail plot film tersebut disini, dan saya sangat merekomendasikan film ini untuk  ditonton semua orang, orang tua atau para calon orang tua, karena "Every child is special, like stars on earth".






Read More......

Kamis, 09 Januari 2014

Kering






Tak ada oase.
Hanya padang gersang membentang
lalu doa - doa dirapalkan
memanggil guntur, mendung, angin
Hujan!
Sebentar
lalu gersang
debu pada batu - batu
menebal
menepis
angin - angin kering
lalu awan tipis
memberi teduh
sesaat

Agaknya ini kemarau lebih panjang
lalu kapan kau akan pulang?

Read More......

Selasa, 20 Agustus 2013

Persimpangan Jalan


Pilih!!
kau berkata
aku pikir...
jawabku

lalu diam
meraung.,,
memacu jantung

menggulat batin
mengurai
labirin pikiran
meramu padu
berselaput ragu

lorong lorong bercabang
cahaya-cahaya keniscayaan

Tuhan, 
aku tak hilang arah
hanya bingung
adakah tempat berlindung
yang mau kusinggahi
semalam
barang semalam

kutanya ego
hai!
masih bergemingkah kau?
padahal hujan makin deras
angin makin memilu
petir makin menggelegar

lalu dia diam
meraung.,,
memacu jantung

detik berikut
jam beringsut
aku benar benar terpaut
yang aku bisa hanyalah bersujud

hingga muncul
aku pilih.,,
jawaban terakhir
sebelum akhir

================================
*Repost

Read More......

Kamis, 30 September 2010

VoIP dalam Jaringan NAT


Beberapa waktu yang lalu, ada pelanggan kantor saya yang berniat membangun jaringan VoIP melalui jaringan internet Speedy yang mereka miliki. Setelah saya dalami ada beberapa karakteristik jaringan ADSL yang cukup mempersulit pembangunan jaringan VoIP pada sistem ini yaitu :

- Sistem kerja koneksi ADSL adalah modem / router ADSL melakukan dial up yang kemudian akan direspon oleh RADIUS untuk proses AAA (Authentication, Authorization, dan Accounting) yang akan memberikan IP Publik Dinamis (berubah ketika modem / router melakukan reboot), gateway, serta DNS

- Hanya ada satu IP Publik yang dapat diprovide. Jadi walaupun pelanggan Speedy bisa meminta agar IP Publik yang didapat oleh modem ADSL adalah IP Statik, Speedy tidak dapat menyediakan alamat IP tambahan untuk dipergunakan dibelakang modem tersebut.

Selain itu ada beberapa kendala dari konfigurasi yang ada pada jaringan pelanggan, yaitu :

- Pada modem ADSL mereka telah terdapat firewall praktis yang digunakan untuk memfilter jaringan LAN.

- Model modem ADSL yang dipakai hanya memiliki fitur standar dan tidak memilik fitur routing sama sekali dan bekerja dalam mode standar yaitu NATed LAN.


Dari beberapa poin diatas saya sempat ragu untuk memberikan solusi VoIP bagi mereka, karena jaringan VoIP dengan NAT dikenal cukup sulit dibuat, juga beberapa port yang digunakan dalam jaringan VoIP seperti SIP (5060-5061), dan RTP (dinamis 10000~20000)sangat rentan diblokir maupun tidak dapat terhubung karena proses NAT. Apalagi dengan kondisi jaringan diatas maka SIP Server yang digunakan haruslah berada pada jaringan LAN dengan ip private. Sehingga SIP Server berada dibelakang NAT, SIP User Agent (VoIP Gateway) pun berada pada dibelakang NAT.

Namun setelah berkoordinasi dengan manager dan para senior akhirnya jaringan tersebut berjalan, secara garis besar berikut langkah - langkah yang dilakukan :

1. SIP Server diberikan akses DMZ ke modem ADSL, jadi walaupun diberikan ip LAN yang sama dengan user internet biasa, SIP Server tetap memiliki kelebihan dalam hal fleksibilitas paket data.

2. Port - port yang digunakan seperti SIP (5060-5061), dan RTP (10000~20000) di masukan dalam kategori port forward dan diforward ke IP SIP Server. Kedua konfigurasi ini dilakukan pada modem ADSL, jadi pastikan ada fitur tersebut dalam modem ADSL.

3. Pastikan juga port diatas tidak diblokir oleh firewall.

4. Pada SIP Server, fitur behind NAT diaktifkan dan external IP diumpankan ke IP Publik Statis milik modem ADSL. Karena pengetahuan saya yang terbatas, saya belum menemukan fitur serupa pada SIP Server lain. Namun pada SIP Server yang saya pakai (Micronet SP5211)fitur tersebut cukup praktis dan mudah diaktifkan.

Untuk lebih jelasnya berikut topologi jaringan yang dipakai :



Berikut perangkat yang digunakan
1. SIP Server (Micronet SP5211)
2. FXO VoIP Gateway (Micronet SP5058A)
3. FXS VoIP Gateway (Micronet SP5002)


Read More......

Rabu, 18 Agustus 2010

Dirgahayu Indonesiaku


Karawang-Bekasi ~ Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Chairil Anwar (1948)

Tiada kata lain yang pantas untuk dikemukakan pada muka artikel ini selain rasa syukur dan sembah sujud kepada Alloh SWT sebab dengan perkenannya saya dapat merasakan nikmatnya alam kemerdekaan negeri ini. Ya saya sepenuhnya sadar kemerdekaan yang saat ini dirasakan masih dibumbui berbagai hal yang kurang maupun tidak baik, sehingga arti kemerdekaan yang sebenarnya mungkin belum bisa dikecap oleh sebagian orang.

Namun hidup tenang tanpa bising peluru atau ledakan bom saja bagi saya sudah menjadi alasan untuk bersyukur, dibandingkan dengan pemuda-pemudi di negara konflik, cukuplah Indonesia menjadi tempat yang nyaman bagi saya untuk berkembang. Tidak pula saya pungkiri bahwa kenikmatan ini juga saya dapatkan berkat perjuangan para pahlawan yang telah gugur berjuang. Maka dari itu saya sisipkan puisi diatas. Puisi yang ketika saya baca akan membuat air mata saya jatuh tak tertahan. Khususnya ketika renungan suci pada malam 17 Agustus, ya, saya memang menjadi semacam penutur langganan puisi ini pada acara malam 17 Agustus untuk mempersiapkan pasukan pengibar bendera di almamater saya.
Pada malam itu kami akan merenungi makna perjuangan para pahlawan yang telah gugur, dan membayangkan kepedihan dan perjuangan mereka, tak pelak banyak diantara kami menangis. Menangis karena belum banyak yang bisa kami lakukan untuk mengharumkan nama bangsa, menangis karena begitu banyak nikmatNya yang kami rasakan diatas penderitaan mereka, menangis karena begitu banyak pekerjaan yang masih menunggu kami dalam upaya mengisi kemerdekaan.
Ya masih banyak pekerjaan yang menunggu putra - putri negeri ini beraksi, di tengah dekadensi moral, krisis kepemimpinan, dan mosi tidak percaya rakyat, untuk mengembalikan bangsa ini menjadi bangsa yang diridhoi Tuhan YME dan mampu mewujudkan cita - cita bangsa dan membusungkan dada kembali di dunia internasional. Dirgahaya negeriku, semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan rohmat, hidayah, dan maghfirohnya. Amiin




Read More......

Jakarta-Pelabuhan Ratu-Ujung Genteng-Jakarta (3 -Tamat)



Setelah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ujung Genteng, kami segera bergegas menuju Pantai Pangumbahan, sekitar 5 km ke arah barat. Maklum kami tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melepas tukik (anak penyu, red) yang telah menetas dan secara naluriah langsung menuju ke pantai untuk melanjutkan perjuangan keras mereka disana.

Selama perjalanan kami menjumpai beberapa pondok yang disewakan kepada pengunjung tepat di sisi jalan yang berada di bibir pantai, namun karena ketika itu bertepatan dengan libur nasional, maka hampir dipastikan pondok - pondok tersebut lumayan penuh. Kami bisa melihat banyaknya kendaraan pribadi, baik dua roda maupun empat roda dengan plat B yang telah parkir dengan rapi di halaman pondokan.

Selepas pondok - pondok itu, kami melewati beberapa daerah yang lumayan tandus, sebab hanya semak - semak yang ada di kawasan ini, pohon kelapa pun hanya terlihat satu atau dua batang dengan jarak yang berjauhan, namun karena saat itu matahari tengah beranjak ke peraduan, tetap saja siluetnya menghasilkan pemandangan yang cukup mempesona. Selain itu kami juga menjumpai para Pramuka yang tengah mengadakan acara di sisi pantai, sehingga tak pelak jalan karang dan pasir menuju Pangumbahan penuh sesak dengan lalu lalang kendaraan dan para pramuka yang hilir mudik antara tempat acara dan perkemahan. Pengemudi kendaraan harus berhati - hati melewati jalan ini karena medan jalan yang bertekstur kasar dipenuhi karang dan pasir serta semak-semak cukup membahayakan bila tidak diwaspadai.

Pukul 16.00 kami tiba di Pangumbahan, setelah mengisi buku tamu dan membayar biaya administrasi (Rp. 5.000/orang) kami putuskan untuk menunaikan Sholat Ashar sebelum beranjak ke pantai. Di komplek penangkaran sendiri terdapat beberapa bangunan, selain kantor administrasi, juga terdapat aula, mushola, kamar mandi dan beberapa pondok kecil. Bangunan - bangunan disini terlihat sudah usang, bahkan terkesan kotor, hanya beberapa pondok kecil saja yang terlihat lebih baik, mungkin karena faktor usia, karena sepertinya bangunan pondok baru dibangun. Namun fasilitas ini sudah cukup nyaman sebab relatif lebih baik dibanding Ujung Genteng yang tidak memiliki fasilitas kamar mandi sehingga harus menyewa kamar mandi self service alias menimba dari sumur di rumah penduduk setempat.

Setelah menunaikan sholat, kami bergegas menuju pantai, karena petugas setempat sudah mengisyaratkan agar kami segera mengikuti prosesi pelepasan tukik. Setelah sampai di tepi pantai, pemandangan yang disuguhkan sungguh luar biasa. Hamparan pasir putih sepanjang 1,3 km tergelar dari sisi kanan hingga jauh disisi kiri kami. Air laut jernih kebiruan berupa ombak yang saling berkejaran sangat kontras dengan warna jingga dari matahari terbenam di ufuk barat.

Di pantai itu, sudah berkumpul beberapa orang yang sama-sama ingin menikmati prosesi pelepasan tukik, kira-kira 30 orang berkerumun disekitar petugas yang membawa sekitar 20 tukik dengan wadah bak plastik. Tak lama kemudian tukik itu pun diletakkan diatas pasir, dan kontan saja semua pengunjung yang hadir tak menyiakan kesempatan untuk berfoto bersama tukik-tukik tersebut, hingga suasana sangat hiruk pikuk. Beberapa tukik pun tak sengaja terinjak, kasihan rasanya. Akhirnya saya pun memilih mengambil jarak dan melihat tukik-tukik itu menghilang dibalik ombak dari kejauhan. Bagi saya lebih baik melihat dan menikmati momen ini dari jauh daripada berusaha berfoto ria namun menyakiti tukik yang dilepaskan.



Pukul 18.00 prosesi selesai dilakukan dan seluruh tukik sudah menghilang ditelan ombak, dan kami putuskan untuk segera kembali ke pantai Ujung Genteng untuk mendirikan tenda disana. Kami mendirikan tenda tepat dibibir pantai Ujung Genteng, disebelah warung tenda penduduk setempat yang lebih dulu berdiri. Sepanjang malam tenda kami diguyur hujan yang cukup lebat, sehingga saya putuskan untuk beristirahat di dalam tenda sepanjang malam, namun beberapa kawan saya menyempatkan diri belanja ke pelelangan ikan setempat dan membuat ikan bakar. Saya pun ditawari untuk bergabung, namun karena lelah dan merasa malas untuk bangun, maka saya putuskan untuk tetap istirahat di dalam tenda hingga pagi.

Ketika saya bangun keesokan paginya, matahari sudah cukup tinggi namun awan mendung yang cukup tebal masih menggayut, hingga saat itu cuaca Ujung Genteng tak secerah kemarin. Tapi karena ini adalah hari terakhir saya berada disana, maka saya sempatkan untuk bergabung bersama kawan-kawan lain yang sudah terlebih dulu bermain di tepi pantai. Beberapa kawan memutuskan unutk berenang tapi saya lebih memilih berjalan-jalan di atas karang yang airnya surut, disana saya menemukan beberapa hewan unik seperti teripang, bulu babi, dan ikan kecil yang berwarna - warni terjebak di cekungan karang yang berair. Karena saya pernah melihat seorang presenter acara petualangan di TV memakan telur bulu babi, saya pun penasaran ingin mencoba hal tersebut, dan saya tangkap seekor bulu babi yang ada, tapi karena saya tak tahu bagaimana membuka cangkang dan menghindari duri beracunnya, akhirnya bulu babi itu saya lepaskan kembali :D.

Setelah 2 jam bermain di tepian karang, saya memutuskan kembali ke tenda. Setelah itu kami sepakat untuk bergegas sarapan dan kembali ke Jakarta. Tepat pukul 11.00 kami memulai perjalanan pulang, dan setelah 10 jam yang basah karena hujan yang tak kunjung berhenti. Pukul 21.00 saya tiba dirumah. (Selesai)





Read More......

Senin, 15 Maret 2010



Samaran

Penat merayap
Lebur mengais sisa asa
Himpitan
Desakan
Teriakan!!!

Tapi semua dalam hati
Bibirku hanya diam
Badanku bergetar

Tapi fikirku menggelora
Menghujam angkasa
kemudian
Menukik kebumi
kemudian
Menghambur dalam kerumunan
Menjelma seorang pujangga ternama
lengkap dengan pengikutnya

Dibelakang
Menunggu atau diburu?
Kaulah yang tahu.






Read More......

Rabu, 17 Februari 2010

Keep On Growing !!!

Wahh, udah bulan Pebruari 2010.......Hmm, gak kerasa udah hampir setaun umur gw berkepala 2, walau masih newbie dengan kepala dua ini, setidaknya gw dah mulai ngerasain rasanya punya tanggung jawab lebih dan bertanggung jawab untuk menjadi dewasa, tentunya karena tuntutan waktu yang terus berjalan tanpa kenal jeda .

Sekedar untuk memflashback apa yang udah gw capai selama gw diberi nyawa oleh sang Khalik, kayaknya masih banyak banget impian dan cita-cita yang belum tercapai. Kalau merujuk pada ayat bahwa usia umat Nabi Muhammad SAW tidak lebih dari 63 tahun, maka insya Alloh bulan depan gw udah menghabiskan 1/3 dari lama usia yang dikaruniakan tersebut.

Disepertiga usia ini gw diperkenalkan dengan beberapa orang yang sangat menarik untuk gw ikuti jalan pikirannya, sampai gw berani bilang gw mengagumi beberapa dari mereka walaupun gak pernah gw utarakan secara langsung ke mereka atau gw kultuskan rasa kagum gw ke mereka, karena gw tau gak ada manusia yang sempurna.

Disepertiga usia ini gw dipertemukan beberapa orang teman yang luar biasa, baik kecerdasan, skill, kebijaksanaan, atau kepribadiannya. Dari mereka gw belajar memahami bahwa manusia memang butuh bantuan manusia lain.

Sepertiga usia yang penuh warna. Mulai warna-warna cerah sampai warna terkeruh yang belum pernah gw bayangkan akan gw dapati di usia ini. Kalo gw rangkum dan meminjam liriknya Hoobastank maka yang gw nyayiin adalah bait "I'm not a perfect person, there's many things i wish i didn't do. But i continue learning", begitu banyak langkah-langkah keliru yang gw sadari maupun gak sadari udah gw lakukan, tapi gw sadar belum dan tidak akan ada kata terlambat untuk mengubah arah dan mengejar langkah-langkah yang sempat tertinggal.

Kebetulan kemarin bongkar kamar, nemu kaset Iwan Fals lama gw yang udah 5 taunan gak gw setel, langsung dah kecantol sama lagu Kupu-Kupu Hitam Putihnya, hmm rasanya adem banget di denger. Memang hidup bisa hitam bisa putih, bisa mendung bisa cerah, tapi masih ada langit cerah dan garis perak diantara mendung yang terhitam sekalipun.

Kalo kata Dee di Filosofi Kopi "Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan". Jadi, asikin aja bos (pake aksen kayak presenter backpacker TvO*e, wkwkwkwk)

Dan gw berharap 2/3 usia gw kedepan akan lebih bermakna dalam hal pengabdian gw kepada Alloh SWT dan membuat gw tetap laik untuk masuk surga-Nya,



Kupu-Kupu Hitam Putih by Iwan Fals




Read More......

Rabu, 10 Februari 2010

Sesal


Sesal


Manakala kata telah habis terbaca,
dan mulutmu bisu
Entah apa warna dunia.

Sedangkan dulu ejawantah itu terasa bias,
dan kau mainkan hidupmu atas ragu,
ketika gendang bertalu-talu,
dan panggung masih tergelar....lebar,
lagi dawai gitar pun masih bergetar.

Namun nanar matamu hanya sebuah nafsu!
Hingga telingamu mengatup.
Rapat...,
lagi kedap
terhadap kidung-kidung suci
yang dilantunkan.
Syahdu...
layaknya nyanyian bidadari-bidadari surga,
yang dulu pernah merindumu.

Read More......

Selasa, 02 Februari 2010

VoIP di Mobile Phone



Sesuai dengan judul diatas, posting ini saya buat berdasarkan pengalaman saya menjalankan VoIP pada handheld GSM yang sudah support WiFi dan wireless IP Phone yang berbentuk seperti handphone. Ujicoba yang saya lakukan menggunakan IP-PBX keluaran Micronet yang didistribusikan oleh kantor saya (iklan gratis, heheheh). IP-PBX ini memiliki dua ethernet port, LAN port yang digunakan untuk meregister client intranet dan WAN port yang digunakan untuk meregister client di jaringan publik. Fitur yang dimiliki juga sudah cukup lengkap, dan IP-PBX ini juga dapat meregister 50 user voip dan menangani concurrent call(banyaknya panggilan yang dilakukan dalam satu waktu secara simultan, red) sebanyak 13 panggilan.

Tipe handheld yang saya pakai adalah UTStarcomm F1000 (wireless ip phone), HTC Touch (smart phone dengan wifi dan OS Windows Mobile 6), serta Nokia E63 (qwerty phone dengan wifi dan OS Symbian 9.2) yang bisa dilihat pada gambar sebagai berikut.



Softphone yang saya pakai pada HTC Touch adalah portSIP untuk Windows Mobile 6 yang dapat diunduh disini, sedangkan pada E63 saya gunakan tiviPhone versi gratis yang dapat diunduh disini. Setting ketiga handheld ini cukup mudah, pertama setting WiFi pada masing-masing handheld ke access point yang terhubung dengan IP-PBX, untuk wireless ip phone bisa di-set DHCP atau statis, sedangkan pada dua handheld lain cukup cari access point dan ip sudah didapat dari DHCP server. Kedua, masuk ke konfigurasi VoIP yang ada pada masing-masing softphone yang ada dan set proxy server ip address ke alamat ip dari IP-PBX. Ketiga, set username dan password untuk registrasi sesuai dengan alokasi username dan password, biasanya username adalah nomor ekstensi VoIP untuk memudahkan login. Calling via VoIP siap dilakukan.

Note : Untuk Nokia E63 sebenarnya sudah ada SIP setting bawaan dari vendor namun entah kenapa saya selalu gagal untuk melakukan registrasi, selain itu opsi yang terlalu banyak membuat saya kurang nyaman untuk melakukan setting jadi saya putuskan untuk memakai third party software yang mudah digunakan untuk handheld ini.





Read More......

Jakarta - Pelabuhan Ratu - Ujung Genteng - Jakarta (2)



Setelah menikmati matahari terbit di pantai Pelabuhan Ratu, saya pun tidak dapat menahan kantuk yang sempat tertunda, kemudian saya tidur selama 2 jam dan bangun karena merasa lapar :D. Setelah itu saya memesan sarapan di warung kaki lima tak jauh dari saung tempat saya beristirahat. Warung ini menjajakan makanan kecil, air kemasan, dan lain lain. Selain itu pengunjung juga bisa memesan ikan bakar, namun untuk menghemat waktu dan uang (maklum tanggung bulan :D), akhirnya saya hanya memesan mie instan beserta nasi, cukup untuk mengganjal perut sebelum melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 09.30 kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan, dari jalan raya Citepus, kami kembali ke kota Pelabuhan Ratu dan membelok ke kanan menuju Ujung Genteng, jalur yang kami lalui adalah Pelabuhan Ratu-Simpenan-Jampang Kulon-Surade-Ujung Genteng (hmm, bener gak yah, silakan dilihat di peta). Jalur ini cukup menantang walaupun kami lewati pada siang hari sebab jalan yang kami lalui berada di sisi bukit dengan kemiringan yang cukup curam menanjak dan berada disebelah jurang , kondisi jalan pun banyak yang berlubang, selain itu lalu lintas cukup ramai bahkan truk double gardan kami jumpai beberapa kali sepanjang perjalanan, dari hal ini saya simpulkan bahwa jalur ini adalah akses utama dari Pelabuhan Ratu menuju Ujung Genteng. Namun ketika sudah berada di atas bukit, kami bisa melihat pemandangan yang cukup spektakuler, hamparan pohon yang berada di dasar jurang disisi jalan terasa kontras dengan pasir pantai berwarna putih dan biru laut dari Pelabuhan Ratu yang perlahan kami tinggalkan.


Ditengah perjalanan, kami harus berhenti beberapa kali, kali pertama adalah di kelurahan Simpenan untuk mengisi bahan bakar motor dan melepas lelah, kemudian setelah melanjutkan perjalanan selama 30 menit, kami berhenti ditengah kebun teh tak jauh dari kelurahan karena hujan yang mulai turun, cukup lama kami menunggu hujan yang tak juga mereda hingga satu persatu kami merasa mengantuk, akhirnya kami putuskan untuk menerobos hujan daripada menunggu. Tak lama setelah itu waktu sholat Jum'at tiba, dan kami kembali berhenti di daerah perbatasan Jampang Kulon untuk menunaikan sholat. Dari perbatasan Jampang Kulon sampai kota Jampang Kulon pemandangan yang bisa dinikmati adalah hutan pinus dan semak belukar kemudian berganti kampung dan sawah ketika memasuki kota. Sampai di kota Jampang Kulon hujan bertambah deras dan memaksa kami menepi, dan kami akhirnya menepi tepat di depan terminal Jampang Kulon.

Sembari menunggu hujan mereda kami berteduh di kedai sederhana yang menjajakan bakso milik penduduk setempat. Karena saat itu tepat pada waktu makan siang, maka kami pun segera memesan bakso dan makan dengan lahap, hmm menyantap bakso ketika cuaca dingin dan perut lapar terasa begitu nikmat :D. Ketika selesai makan siang, hujan pun sudah kembali reda dan kami melanjutkan perjalanan. Sekitar 1 jam kemudian kami sampai di Surade, dan ketika itu cuaca sudah mulai bersahabat. Matahari sudah berani keluar dari balik awan, bahkan terik sekali dan kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memacu motor lebih kencang karena sudah tak sabar menikmati pantai Ujung Genteng, apalagi barisan pohon kelapa dan pemandangan laut yang mulai mengintip-intip di kejauhan begitu menggoda kami, padahal jalan yang harus kami lewati relatif kasar dan berlubang disana - sini walaupun sudah diaspal.

Setelah perjuangan yang begitu menguras tenaga selama 5,5 jam, pada pukul 15.00 kami tiba di pantai Ujung Genteng, dan pemandangan yang disuguhkan begitu menakjubkan, seakan membayar lunas kelelahan yang kami rasakan, hamparan pasir putih yang luas dan hamparan karang yang melindungi pantai dari ombak yang besar membuat genangan air laut yang begitu jernih, dan disisi pantai terdapat teluk yang dijadikan pelabuhan alami tempat perahu nelayan setempat berlabuh membuat kami tak bisa menahan decak kagum dan tak henti-henti memuji keindahan alam ciptaan-Nya. Hanya sekitar 30 menit kami menikmati pemandangan pertama dan karena hari masih terang kami putuskan untuk pergi ke Pantai Pangumbahan untuk menikmati matahari terbenam sekaligus mengunjungi lokasi konservasi penyu disana.


Bersambung



Read More......

Senin, 04 Januari 2010

Sekilas mengenai VoIP



Lumayan sibuk minggu ini, jadi posting agak tersendat deh. Padahal macam - macam ide sudah menumpuk untuk dikeluarkan. Kebetulan dapat tugas untuk membuat materi perkenalan untuk VoIP jadi saya posting materi ini, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah dicerna karena memang ide awalnya untuk bantu divisi sales untuk memperkenalkan VoIP ke calon customer, maka saya usahakan untuk membuat artikel ini mudah untuk dipahami. Enjoy reading

Sekilas mengenai VoIP

Definisi
  • VoIP adalah singkatan dari Voice Over Internet Protocol, dari nama ini bisa disimpulkan bahwa VoIP adalah teknologi yang didesain dan dioptimasi untuk mentransmisikan suara (Voice) melewati jaringan Internet atau packet switching network lainnya (Over IP)
Cara kerja
  • VoIP mengubah gelombang suara menjadi data digital yang berupa bit 0 dan 1 untuk kemudian dikirim ke penerima melalui media jaringan ethernet TCP/IP (internet) dan kemudian mengubahnya kembali menjadi sinyal suara ketika sampai pada penerima.
  • Pengubahan ini menggunakan protokol yang distandarisasi secara global. Ada 2 jenis protokol yang dikenal luas yaitu H323 (dikeluarkan oleh ITU-T) dan SIP (IETF)
  • Perbedaan keduanya adalah H323 mensupport semua sesi komunikasi audio-visual yang melalui jaringan berbasis packet network namun lemah pada sisi security, sedangkan SIP (session initaton protocol) adalah protokol yang digunakan untuk mengontrol sesi komunikasi audio video hanya pada jaringan dengan Internet Protokol (IP) namun relatif lebih kuat pada sisi security.
  • Kedua protokol ini menggunakan coder decoder (codec) untuk menjalankan fungsinya mengubah suara menjadi data digital. Jenis codec yang dikenal antara lain G729, G711, G723 dll. Masing – masing codec memiliki karakteristik masing-masing yang menyangkut pada besar bandwidth yang dipakai yang berbanding lurus dengan kualitas suara yang dihasilkan. Dengan kata lain codec yang memakai bandwidth lebih banyak, akan relatif lebih baik kualitas suaranya.
Peranti atau software
  • Untuk menjalankan VoIP diperlukan piranti dan atau software khusus, seperti PC, Pocket PC, Smartphone yang telah diinstall softphone (berbasis software) atau peranti seperti VoIP Phone, VoIP Gateway (berbasis hardware)
Kelebihan dan kekurangan VoIP

Kelebihan
  • Lebih efisien dibanding jalur PSTN (murah)
  • Bisa digunakan untuk multiparty calling (conference)
  • Bisa digunakan di banyak perangkat (multiple device platform) seperti PC, handset analog, IP Phone, Wireless IP Phone, Smartphone, Pocket PC, dll.
  • Bisa digunakan di semua tempat dengan jaringan internet (solusi lokal maupun global)
  • Pada beberapa implementasi, dapat lebih secure daripada PSTN karena menggunakan infrastruktur sendiri
Kekurangan
  • Diperlukan software dan atau perangkat khusus
  • Dalam banyak kasus, membutuhkan jaringan internet yang berkualitas
  • Jaminan keandalan (QoS) di Internet belum menyeluruh
  • Pada beberapa kasus, masih terganjal perundang-undangan dalam negeri (untuk komersialisasi)
Untuk bagian terakhir saya kutip dari artikel yang dibuat oleh Avinanta Tarigan dari Univ. Gunadarma (selengkapnya disini). So i just wanna say thanks for your share





Read More......

Minggu, 03 Januari 2010

Jakarta - Pelabuhan Ratu - Ujung Genteng - Jakarta (1)



Yups, setelah sekian lama berimajinasi tentang Ujung Genteng akhirnya pada penghujung tahun 2009 kemarin, keinginan yang terpendam itu akhirnya tunai sudah. Pada tanggal 24 Desember alias malam natal kemarin saya dan kawan - kawan bertolak menuju Pelabuhan Ratu kemudian menuju Ujung Genteng.

Perjalanan kami mulai pada pukul 23.00 WIB, sebab beberapa kawan harus mencari beberapa perlengkapan seperti tenda sebelum kami berangkat, dan ada pula kawan yang harus kami tunggu karena baru saja pulang dari Bandung untuk tugas kantor.

Titik awal perjalanan kami mulai dari simpang Kelapa Dua Depok, kemudian kami menempuh perjalanan selama 1 jam ke arah Sukabumi dan berhenti sejenak di daerah Lido untuk melepas kantuk yang mulai mendera sekaligus mengisi bahan bakar motor. Setelah beristirahat selama kurang lebih 15 menit kami meneruskan perjalanan.

Untuk menghemat waktu perjalanan, selepas dari kawasan Lido kami langsung menuju Pelabuhan Ratu melalui jalur Cikidang , memasuki Cikidang medan perjalanan mulai kurang bersahabat, meskipun langit pada saat itu cerah namun turunnya kabut memperpendek jarak pandang kami sehingga kami memacu motor tidak lebih dari 60 km/jam saja. Ditambah lagi kontur tanah yang naik turun dengan cukup terjal ditambah kelokan tajam menyulitkan kami mengendarai motor, bahkan salah satu kawan kami terjatuh karena kurang sigap menuruni jalan terjal yang membelok dengan kemiringan mencapai 45 derajat, namun Alhamdulillah baik pengendara maupun motornya masih dapat melanjutkan perjalanan. Jalur Cikidang - Citarik dapat kami tempuh selama kurang lebih 1,5 jam.

Kami tiba di kota Pelabuhan Ratu sekitar pukul 3 pagi, dan kami langsung mencari tempat menginap di sepanjang jalan Citepus yang berbatasan langsung dengan pinggir pantai. Sesampainya disana, satu persatu personil mulai berjatuhan (tidur, red) ,memulihkan tenaga untuk perjalanan esok serta memang perjalanan malam itu cukup menguras tenaga. Ditepi pantai cukup banyak saung-saung yang dapat digunakan untuk beristirahat, namun kami berusaha mencari saung yang lokasinya tidak jauh dari Masjid karena mempermudah akses untuk menunaikan sholat.

Selepas sholat Shubuh, saya meluangkan waktu menikmati matahari terbit di pantai Pelabuhan Ratu, namun sayang karena awan mendung di ufuk timur cukup banyak, maka matahari tak begitu jelas terlihat. Yang terlihat hanyalah garis warna jingga yang memberkas menyatu dengan warna biru laut dan ungu langit membuat proporsi warna pastel yang begitu mempesona, cukup indah untuk mengobati kekecewaan karena mendung.


Setelah sekitar 30 menit menikmati pantai Pelabuhan Ratu saya putuskan untuk tidur sejenak karena siang nanti kami akan menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju Ujung Genteng.
Bersambung...











Read More......

Selasa, 15 Desember 2009

MENDUNG


Mencoba mengais beberapa puisi terdahulu dari facebook,

Mendung


Lama tak kulihat wajahmu
Dalam lekat sinaran mentari
Ternyata tlah banyak berubah

Lama tak kujabat tanganmu
Meraba lepuh dan kerut di sisi jari
Ternyata sudah banyak bertambah

Lama tak kusapa tubuh rapuhmu
Dengan perbincangan hangat seputar hidup
Ternyata tlah sempurna meredup

Serupa mega mendung ini sore
Merapat sempurna pada langit
Hingga hujan tak terbendung
Melepas ikhlas tetes air
Serupa ikhlasku melepasmu
Dalam mendung...

In Memoriam
Ibunda seorang kawan
Semoga diterima disisiNya sesuai dengan amal ibadahnya...Amiin

Read More......

Senin, 14 Desember 2009

Penurunan Kualitas Sinyal Pada Fiber Optik



Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia akan akses informasi, maka jaringan konputer sebagai salah satu media informasi elektronik ikut pula berkembang. Peningkatan kapasitas dan kecepatan akses informasi menjadi hal yang menjadi patokan dalam perkembangan jaringan komputer. Setelah para ilmuwan Jerman melakukan eksperimen untuk mengirimkan informasi serat optik, teknologi serat optik mengalami perkembangan hingga lahir Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO) generasi pertama pada tahun 70-an.
Teknologi serat optik terus berkembang seiring perkembangan jaman, hingga sekarang fiber optik dikenal sebagai media andal untuk jaringan triple play atau media yang melayani transfer data, suara, dan video sekaligus dalam satu media. Tentunya jaringan fiber optik tidak terlepas pula dari faktor - faktor yang yang mempengaruhi keandalannya. Berikut adalah sedikit materi yang saya dapat dari senior:

Beberapa hal yang mempengaruhi performance fiber optic :
  1. Loss, yang diakibatkan oleh panjang span fiber dan banyaknya splicing di sepanjang span fiber tersebut. Besarnya loss dari suatu span fiber bisa diukur dengan menggunakan OTDR.

  2. Dispersi, seiring dengan bertambahnya usia fiber maka dispersi pada fiber optic tersebut semakin jelek, dispersi ada 2 macam:
    - Chromatic dispersion (CD), dispersi ini diakibatkan oleh variasi fiber index (karakteristik fiber) dengan panjang gelombang, hal ini menimbulkan delay antara panjang gelombang dengan pulsa transmisi cahaya sehingga sinyal yang ditransmisikan menjadi cacat dan menimbulkan distorsi dan naiknya BER (Bit Error Ratio). Chromatic dispersion bisa diukur dengan menggunakan chromatic dispersion meter. Selain itu pada sebuah percobaan mengenai hubungan antara suhu dan chromatic dispersion, kesimpulan yang didapat adalah salah satu penyebab penurunan kualitas sinyal pada jaringan fiber optik adalah chromatic dispersion yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh suhu kabel fiber optik.Chromatic dispersion bisa diatasi dengan membuat chromatic dispensation dengan membuat semacam spoel atau gulungan fiber optic untuk mengkompensasi cacatnya sinyal yang ditransmisikan.
    - Polarization Mode Dispersion (PMD), PMD diakibatkan oleh berubahnya bentuk fiber optic yang diakibatkan suhu, kelembaban atau adanya tarikan fiber yang bengkok. Dalam hal ini seharusnya fiber optic berbentuk bulat dan lurus tapi pada prakteknya akibat suhu, kelembaban dan pergeseran bumi bentuk fiber optic menjadi tidak bulat (misalnya lonjong) dan bengkok. Faktor lain yang menyebabkan polarization mode dispersion proses pembuatan yang kurang sempurna. Pada kabel fiber optik single mode ,sebenarnya terdiri dari kabel dua mode yang memiliki polarisasi yang sama. Dalam fiber optik yang sempurna sinyal yang dilewatkan pada dua mode ini berjalan pada kecepatan yang sama, tetapi dalam kenyataannya, ketidaksempurnaan fabrikasi membuat sinyal menjadi asimetris dan dapat menyebabkan mode memiliki kecepatan propagasi berbeda. Perbedaan kecepatan ini disebut Differential Group Delay (DGD) dan PMD adalah koefisien statistik-normalisasi panjang rata-rata nilai DGD. PMD dapat diminimalisir dengan pemilihan kabel dan instalasi yang baik.Lain dengan CD yang bisa diatasi dengan membuat chromatic dispensator, PMD tidak dapat diatasi.

  3. Rusaknya Sealed dan Jacket Fiber, seiring bertambahnya usia fiber Sealed dan Jacket Fiber akan semakin jelek, misalnya mengeras kemudian pecah sehingga fiber optic tidak terlindungi dari suhu dan lembab.


Asumsi penurunan performasi kabel fiber optic bisa berbeda-beda tergantung jenis kabel dan dari pabrikan mana kabel tersebut dibuat. Asumsi penurunan performansi pun bisa diukur melalui hasil pengukuran Loss, CD dan PMD terhadap kabel fiber optic yang dilakukan idealnya setiap satu tahun sekali.
Terkait dengan implementasi DWDM, maka pengukuran Loss, CD dan PMD menjadi sangat penting selain jenis kabel yang digunakan. Idealnya untuk DWDM menggunakan G.655 (1550) namun bisa juga menggunakan menggunakan G.652 (1310) namun untuk jarak yang relative pendek. Hal ini karena karakteristik G.655 dan G.652 bertolak belakang, G.652 jika diukur dengan menggunakan CD meter delay-nya kecil(mendekati nol) di panjang gelombang 1310 dan delay meningkat semakin tinggi seiring naiknya besaran panjang gelombang, sebaliknya G.655 jika diukur dengan menggunakan CD meter delaynya kecil (mendekati nol) di panjang gelombang 1550 dan delay meningkat seiring naiknya besaran panjang gelombang. semakin besar delay yang ditimbulkan maka fiber tersebut akan semakin sulit mentransmisikan bandwidth yang semakin besar.
Untuk pengukuran performance kabel fiber melalui pengukuran Loss, CD dan PMD bisa melalui TELKOM RDC atau perusahaan-perusahaan yang menyewakan CD meter dan PMD meter.









Read More......

Selasa, 01 Desember 2009

Desember

I'm very dissapointed, but nothing i can do. My heart say its not true, but my lips keep silent. I want to reveal the truth but i can't imagine the impact for me coz its a high risk action. And now just an endless rain deep inside my heart. Good bye pals, i believe God have a better plan for your life.





endless rain by X-Japan


Read More......